inspiRasIku

6 September 2010

Nama : Sulistia Wardani
NRP : C14100028
Laskar : 24

Kebiasaan buruk ini telah menyadarkanku dan membuat diriku untuk selalu bisa menyisihkan waktu untuk belajar setiap harinya walau hanya sebentar saja. kebiasaan saya ketika masih duduk di bangku SMP adalah belajar dengan sistem kebut semalam (SKS). Dimana pada saat itu saya tidak akan belajar jika tidak ada ulangan dan saya hanya akan belajar jika besoknya ada ulangan hingga larut malam (suatu kebiasaan yang tidak pantas untuk dicontoh).
Hingga pada suatu ketika diadakan ulangan mendadak oleh guru kami dan kami tidak bisa untuk menolaknya padahal berbagai alasan kami sampai pada guru tersebut tetapi guru itu tidak mau tahu dan menyuruh kami untuk menyiapkan selembar kertas dan mulai mendiktekan soalnya. Saya bersama teman-teman yang lain tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan kemudian mendengar guru itu membacakan soal. Sebenatnya pelajaran yang akan diujian kan pada hari itu termasuk pelajaran yang tidak terlalu sulit tetapi walau bagaimanapun jika kita tidak belajar sebelumnya, soal yang mudah bisa jadi akan menjadi sulit. Saya hanya bisa pasrah mau menjawab apa nanti karena saya benar-benar tidak tahu dan tidak ada sedikitpun pelajaran itu menempel di otak saya.
Dengan asal-asalan saya mengisi soal-soal itu, sambil melirik teman-teman sana-sini tetapi tidak ada satu pun yang berani menoleh karena guru ini termasuk guru yang killer. Waktu berjalan begitu cepat dan saya hanya menjawab separuh dari soal itu, dalam hati saya berkata andai saja malamnya saya belajar terlebih dahulu mungkin saya akan menjawab soal ini dengan mudah. Mungkin hanya seperempat dari siswa di kelas yang lancar menjawab soal tersebut karena mereka sudah belajar di malam-malam sebelumnya.
Saat dibagikan hasilnya alangkah terkejutnya saya karena tidak pernah sebelumnya saya mendapat nilai serendah dan itu mulai saat itu saya berjanji pada diri saya untuk menyisihkan waktu luang saya untuk belajar setiap harinya tanpa harus menunggu-nunggu akan ada ulangankah besok sehingga saya bisa selalu siap jika akan diadakan ulangan mendadak. Semenjak saat itu saya pun merubah cara belajar saya dari sistem kebut semalam (SKS) menjadi menyicilnya setiap hari jika ada waktu luang walau hanya sebentar saja. Saya tidak ingin mengulangi kejadian yang sudah-sudah dan ingin mendapatkan hasil yang optimal. Jika kita rajin dan tekun dalam belajar sesuatu yang sulit pun pasti akan mudah untuk dikerjakan. Semoga pengalaman saya ini bisa menginspirasi kita semua.

Nama : Sulistia Wardani
NRP : C14100028
Laskar : 24

Perjalanan hidup seseorang tidak ada yang pernah tahu hanya Allah lah yang tahu dan bisa mengatur segalanya. Dia adalah temanku ketika masih SMA, bisa dibilang orangnya cukup pintar dan mudah bergaul siapa sih yang tidak kenal dia, mungkin di sekolah tidak ada satu pun yang tidak kenal dia. Tetapi nasib berkata berbeda dan jalan yang dibuat oleh Allah untuk dia memang tidak mudah dan tidak selancar yang lain.
Saat kita baru duduk di awal semester kelas XII kita sudah berlomba-lomba mencari PTN yang kita inginkan sama halnya dengan teman ku itu. Semua perguruan tinggi negeri maupaun swasta telah dia coba baik dari jalur PMDK maupun Tes tertulis tetapi belum ada satu pun yang dia dapatkan. Dia tidak menyerah begitu saja dengan modal coba-coba dia mengikuti suatu tes di salah satu sekolahan pemerintah yang di tawarkan oleh ibuku. Walaupun dia sangat pesimis untuk berhasil lolos tetapi bagi dia tidak ada salahnya untuk mencoba. Itulha salah satu sifat dia yang pantang menyerah, tidak hanya itu dia pun mencoba ikut SNMPTN tetapi lagi-lagi nasib berkata lain dia tidak kunjung lolos di SNMPTN. Orang tuanya sudah mulai putus asa karena telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membiayai dia kemana-mana untuk ikut beberapa tes tetapi hasilnya nihil. Disaat kami sudah menemukan dan mendapatkan perguruan tinggi yang kami inginkan dia masih saja sibuk mencari perguruan tinggi. Hingga akhirnya pada suatu hari dia mendapat surat panggilan dari salah satu sekolah pemerintah yang dia ikuti kemarin dan dia dinyatakan lolos. Mungkin inilah jalan yang di takdirkan Allah untuk dia, mungkin memang berbeda tetapi usaha dia dan orangtuanya tidak sia-sia, segala doa dan usahanya telah terjawab. Ini adalah salah satu contoh pengalaman teman yang sangat meninspirasi saya dan membuat saya sadar bahwa kita tidak boleh menyerah dengan keadaan ini kita harus selalu mecobanya semampu kita, bilamana Allah memberikan cobaan mungkin itulah yang terbaik buat kita. Bersusah-susah lah dahulu asalkan kita bisa bersenang-senang kemudian.

Filed in Academic at 7:11 am

no comments